Ibu dan Balita

Sharing Seputar IBU, ASI Dan Anak

Panduan Pemberian Makan

Ditulis oleh Papa Jo di/pada 26 Mei 2008

http://www.healthatoz.com/healthatoz/Atoz/common/standard/transform.jsp?requestURI=/healthatoz/Atoz/hc/par/info/feedingguide.jsp

  • Bayi baru lahir sampai 6 bulan
  • Bayi umur 6 sampai 12 bulan
  • Balita 1 sampai 2 tahun
  • Balita 2 sampai 3 tahun

Prioritas utama adalah memberikan asupan ASI pada bayi sampai usia 6 bulan, Ini direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics.
Setelah usia 6 bulan bayi anda akan mulai belajar makan2 an keras.

Para Dokter anak merekomendasikan untuk mulai dengan makanan yang mudah untuk dicerna, kemudian secara berangsur2 mulai dapat mengenalkan anak dengan
makanan berbagai rasa dan jenis.

Bayi baru lahir sampai 6 bulan

Bayi anda tidak boleh diberikan makanan apapun, kecuali ada rekomendasi dari Dokter anda.

Kecuali:

  • ASI – Makanan terbaik untuk bayi 0-6 bulan adalah hanya ASI.
  • Susu Formula dari susu sapi atau Susu Formula dari Kedelai Milk-based or soy-based formula – Susu Formula Ini dengan catatan jika bayi sama sekali tidak mungkin mendapatkan ASI, Dokter anak akan merekomendasikan Susu Formula yang telah dilengkapi oleh vitamin dan zat besi tambahan

Bayi umur 6 sampai 12 bulan
Sereal dari beras biasanya yang pertama dianjurkan dokter untuk mengenalkan makanan pertama pada bayi.
Sereal yang mengandung gluten (zat perekat) harus dihindari.

Setelah Sereal dari beras, bisa di coba dengan sayuran berwarna kuning seperti wortel, karena sayuran berwarna kuning lebih mudah untuk di cerna, kemudian diikuti oleh sayuran berwarna hijau.
Biasanya bubur buah seperti pisang bisa dicoba berikutnya.
Kenalkan makanan secara perlahan setiap 5 hari, sehingga tubuh anak menjadi tidak cepat membangun alergi terhadap suatu makanan.

Bayi berumur 6 – 12 bulan seharusnya tidak memakan:

  • Coklat – Karena coklat dapat menyebabkan alergi, coklat tidak boleh di berikan pada bayi yang berumur di bawah 1 tahun.
  • Madu – Bayi seharusnya tidak memakan madu sampai paling tidak 1 tahun karena madu dapat menyebabkan botulism yang dapat mengancam jiwa anak.
  • Jeruk , dan sejenisnya – Konfirmasikan lagi dengan dokter anak anda sebelum memberikan anak anda jus yang mengandung jeruk,karena jeruk dan sebangsanya dapat menyebabkan alergi.
  • Putih telur – Kuning telur yang telah di masak atau di rebus kemudian di hancurkan biasanya baik untuk bayi berumur 8 – 9 bulan, untuk putih telur, karena biasanya dapat menyebabkan alergi sebaiknya anda menahan diri mengenalkan putih telur pada anak sampai bayi berumur 1 tahun atau lebih.
  • Kacang tanah dan selai kacang tanah – Karena dapat menyebabkan reaksi alergi kacang tanah dan selai kacang tidak boleh di konsumsi anak berumur kurang dari 3 tahun.
  • Gandum dan produk2 dari gandum adalah makanan pembawa alergi, pastikan memberikan produk2 gandum pada yang bayi berumur paling tidak 6 bulan hingga 8 bulan
  • Susu murni – Hanya ASI dan susu formula (formula kedelai/susu sapi) yang boleh diberikan pada anak kurang dari 1 tahun. Susu murni hanya boleh diberikan pada bayi yang berumur lebih dari 1 tahun. Karena Susu diketahui menyebabkan badan anak membangun alergi.

Balita 1 sampai 2 tahun

Pada usia ini Balita mulai banyak berani mencoba dan penasaran untuk mencoba makanan baru.
Makanan2 penyebab alergi harus terus diwaspadai orang tua. Waspadalah pada makanan yang dapat menyebabkan tersedak.

Berikut makanan yang kurang cocok untuk balita berumur 1 – 2 tahun:

  • Wortel – Karena wortel batang dapat dengan mudah membuat balita tersedak, Wortel tidak boleh di makan kasar/mentah. Wortel sebaiknya di parut atau di masak hingga sangat lembut.
  • Anggur – Sebelum di sajikan anggur harus di potong sekecil mungkin untuk menghindari bayi tersedak.
  • Sosis – potong lah sosis sekecil dan sependek mungkin untuk menghindari tersedak
  • Susu Low-fat (rendah lemak) – Lemak susu sangat penting untuk anak 1 – 2 tahun, jadi susu rendah lemak tidak disarankan untuk anak pada umur 1-2 tahun.
  • Kacang tanah dan Selai kacang tanah – Selain menyebabkan alergi, kacang tanah menjadi penyebab tersedak pada anak. jangan memberikan anak kacang tanah atau selai kacang tanah sampai anak berumur 3 tahun atau lebih.
  • Makanan ringan – Makanan ringan seperti permen, lolipop, kacang2an, popcorn dll, mempunyai ukuran yang dapat menyangkut di tenggorokan balita. Makanan2 ini sangat beresiko membuat balita tersedak. Pengawasan orangtua sangat penting ketika memberikan anak makanan2 ini.
  • Keju – Untuk balita sebaiknya keju ini di parut atau di hancurkan, jangan pernah memberikan anak dengan potongan/ bongkahan keju.

Balita 2 – 3 Tahun

Pada usia ini makanan yang menyebabkan tersedak masih perlu di waspadai. hindari:
Bahaya tersedak makanan pada kelompok usia balita 2 – 3 tahun masih menjadi perhatian, hindari makanan berikut:

  • Anggur – Selalu potong2 kecil anggur agar tidak membuat balita tersedak.
  • Sosis – Selalu Potong kecil2 sosis.
  • Kacang tanah dan Selai kacang tanah – Selain menyebabkan alergi, kacang tanah menjadi penyebab tersedak pada anak. jangan memberikan anak kacang tanah atau selai kacang tanah sampai anak berumur 3 tahun atau lebih.
  • Makanan ringan – Makanan ringan seperti permen, lolipop, kacang2an, popcorn dll, mempunyai ukuran yang dapat menyangkut di tenggorokan balita. Makanan2 ini sangat beresiko membuat balita tersedak. Pengawasan orangtua sangat penting ketika memberikan anak makanan2 ini.

2 Tanggapan ke “Panduan Pemberian Makan”

  1. bunda zua berkata

    Iya papa jo, saya amat sependapat dengan tulisan ini, satu hal yang bikin saya penasaran.. Ketika anak diberi salah satu makanan yang resiko alerginya besar, dan tubuhnya tidak menunjukkan penolakan, bagaimana?, apa masih boleh diberikan atau tidak?

  2. Papa Jo berkata

    Begini mom,

    Makanan pembawa alergi itu tidak langsung efek pada bayi seperti misalnya kita yang alergi makanan laut…terkadang alergi tersebut muncul setelah balita ke atas. Tulisan diatas sudah membahas tepatnya umur berapa makanan tersebut aman di konsumsi, kalau misalnya efek alergi tersebut langsung terjadi setelah di makan, sebaiknya di hentikan.

    Bagi anak berumur 3 tahun sepertinya sudah bebas deh makan apa saja, tapi tetap berhati2 dengan bahaya tersedak makanan

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>